BACAGEH, Bandung--Ilmu geospasial tak berhenti di ruang kuliah. Dua mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia: Dhafin Dwi Wicaksono dan Rian Hidayat, menerapkan kemampuan pemetaan untuk mendukung evaluasi pemanfaatan lahan di PTPN I Regional 2.
Selama magang pada 1–30 September 2026, mahasiswa Fakultas Sains dan Informasi Geografi (SaIG) itu menyusun peta kebun, memetakan tutupan vegetasi, menganalisis kemiringan lereng, serta mengidentifikasi lahan kerja sama yang terindikasi tidak sesuai dengan peruntukan atau kesepakatan awal.
Pemetaan dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Purwakarta, Pangalengan, dan Cianjur. Hasil digitasi dan analisis mereka dipresentasikan kepada manajemen sebagai bahan pertimbangan bagi Bagian Tanaman dalam menyusun program strategis.
Mereka juga mengikuti koordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung verifikasi dan klarifikasi pemanfaatan lahan. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pemetaan bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan bagian dari evaluasi aset dan pengambilan keputusan perusahaan.
Ketelitian menjadi kunci. Penentuan batas wilayah, penghitungan luasan, dan klasifikasi tutupan lahan menuntut akurasi karena hasilnya dapat memengaruhi penilaian kondisi lahan dan perencanaan pengelolaannya.
“Peta bukan sekadar goresan garis dan kumpulan warna di atas kertas, melainkan cerita tentang bagaimana manusia memahami, menjaga, dan mengelola setiap jengkal bumi demi masa depan yang lebih berkelanjutan,” demikian refleksi Dhafin dan Rian atas pengalaman magang mereka.
Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan, perusahaan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menjalani praktik kerja lapangan (PKL) dan magang di berbagai bidang usaha. Program tersebut menjadi salah satu upaya mendekatkan kompetensi akademik dengan kebutuhan industri.
“Dunia kampus membutuhkan jembatan yang baik dan sistematis menuju dunia kerja. Kesenjangan antara pembelajaran di perguruan tinggi dan kebutuhan industri perlu dijawab dengan pengalaman praktik yang relevan,” kata Abdul Rivai di Jakarta, Jumat (23-10-2026).
Menurut dia, kesiapan lulusan perguruan tinggi perlu diperkuat melalui kolaborasi dunia pendidikan dan industri. PTPN I, sebagai badan usaha milik negara (BUMN), memiliki ruang untuk mendukung pengembangan talenta muda melalui pengalaman kerja langsung.
Kegiatan usaha PTPN I mencakup pengelolaan tanaman, pemeliharaan kebun, pengolahan hasil perkebunan, pemasaran, hingga manajemen perusahaan. Cakupan tersebut membuka peluang magang bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari agronomi, teknik, dan teknologi informasi hingga akuntansi, keuangan, dan hukum agraria.
“Bisnis PTPN I melibatkan banyak disiplin ilmu. Tantangan industri perkebunan juga sangat luas, mulai dari memperhitungkan kondisi cuaca hingga memahami perubahan selera pasar. Semua membutuhkan pengetahuan, ketelitian, dan kemampuan untuk menerapkannya dalam pekerjaan,” katanya.
Pengalaman Dhafin dan Rian menunjukkan bahwa magang dapat mempertemukan pembelajaran akademik dengan kebutuhan nyata perusahaan. Mahasiswa memperoleh pengalaman profesional, sementara perusahaan mendapatkan dukungan analisis untuk memahami kondisi dan pemanfaatan lahan secara lebih terukur. (**)
Berikan Komentar