Gubernur Lampung Tegaskan SOP Ketat untuk MBG

Gubernur Lampung Tegaskan SOP Ketat untuk MBG
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal

BACAGEH, Bandarlampung--Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus menjalankan SOP secara ketat menyusul keluhan dan sorotan terhadap kualitas makanan bergizi gratis (MBG) yang diterima siswa.

Penekanan itu disampaikan Mirza usai rapat evaluasi pelaksanaan MBG di Ruang Rapat Utama, Selasa (20-1-2026). Menurutnya, evaluasi fokus pada peningkatan kualitas menu, infrastruktur dapur, kualitas bahan makanan, dan proses penyajian.

“Standardisasi harus jelas. Mulai dari menu, infrastruktur dapur, kualitas bahan, sampai proses penyajian,” tegas Mirza.

Gubernur juga menekankan integrasi MBG dengan program pemerintah kabupaten/kota, agar program ini tidak hanya memenuhi gizi siswa, tetapi juga mendorong pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan rantai pasok lokal.

Pemprov mendorong bahan pangan MBG berasal dari desa setempat, meski saat ini banyak bahan masih diambil dari luar wilayah karena pasar lokal belum siap memenuhi kebutuhan sekitar 3.000 porsi per hari.

Meski demikian, capaian MBG Lampung telah melampaui target nasional, dengan realisasi 108 persen dan jumlah penerima manfaat sekitar 2,3 juta siswa. “Capaian ini mungkin nomor satu secara nasional secara proporsional,” kata Mirza.

Terkait sampah MBG, Gubernur mengarahkan agar diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC), diterapkan secara sirkular dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Langkah-langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas MBG, mendukung ekonomi lokal, dan memastikan program berjalan transparan, efektif, dan berkelanjutan. (**)

Laporan/Editor: Redaksi Bacageh

Berikan Komentar