BACAGEH, Bandarlampung--Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung menjaga keberlanjutan ekosistem singkong melalui penguatan sinergi antara pemerintah, petani, dan industri tapioka.
Komitmen itu disampaikan saat silaturahmi dengan pengusaha industri tapioka nasional di Bandarlampung, Rabu (11-03-2026).
Mirza mengatakan, selama satu tahun kepemimpinannya Pemprov Lampung fokus menyelaraskan langkah para pemangku kepentingan untuk menata kembali tata kelola industri tapioka agar lebih adil bagi semua pihak.
“Selama setahun ini kami terus menyatukan langkah untuk menjaga dan menstabilkan ekosistem ubi kayu di Lampung,” ujarnya.
Menurutnya, Lampung memegang peran strategis dalam industri tapioka nasional. Sekitar 70 persen industri tapioka nasional berada di provinsi ini.
Karena itu, potensi tersebut harus dikelola melalui regulasi yang tepat agar memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan industri.
Sebagai bentuk keberpihakan kepada petani, Pemprov Lampung menetapkan kebijakan harga singkong melalui Peraturan Gubernur (Pergub) guna menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan industri.
Mirza juga mengapresiasi pelaku industri tapioka yang dinilai kooperatif mendukung kebijakan tersebut.
Selain penataan harga, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan produktivitas melalui optimalisasi Cassava Center sebagai pusat pengembangan bibit unggul dan teknologi budidaya singkong.
“Kalau petani sejahtera dan industri maju, ekonomi Lampung akan semakin kuat,” katanya. (**)
Laporan/Editor: Redaksi Bacageh
Berikan Komentar