DPRD Bandarlampung Dukung Peningkatan Anggaran Pengadaan Vaksin Rabies

DPRD Bandarlampung Dukung Peningkatan Anggaran Pengadaan Vaksin Rabies

BACAGEH, Bandarlampung--Menipisnya stok vaksin antirabies pada sejumlah puskesmas di Kota Bandarlampung mendapat perhatian serius DPRD setempat.

Terkait hal tersebut, Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung menyatakan siap mendorong peningkatan alokasi anggaran kesehatan, khususnya untuk pengadaan vaksin antirabies.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan. Jika ditemukan kekurangan di lapangan, tentu akan kami dorong agar segera ada solusi. DPRD siap mendukung  peningkatan alokasi anggaran pelayanan kesehatan,” kata Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung Heti Friskatati, Selasa (11-11-2025).

Dia mengatakan, sebelumnya telah menerima laporan terkait kekosongan vaksin rabies di beberapa fasilitas kesehatan. Saat ini, dinas kesehatan untuk sementara  menerapkan sistem subsidi silang demi memenuhi kebutuhan vaksin antirabies. 

Bukan hanya di puskesmas, krisis stok vaksin antirabies juga terjadi di RSUD Tjokrodipo, khususnya selama dua bulan terakhir. Menurut Heti, hal ini menjadi indikator bahwa permintaan vaksin meningkat di luar perkiraan semula.

“Ketersediaan vaksin rabies memang sedang kami bahas untuk tahun 2026. Kuota tahun ini sudah habis, tapi kami akan perjuangkan agar tahun depan ada peningkatan, karena kebutuhan di Kota Bandarlampung cukup tinggi,” terangnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung, hingga September 2025 tercatat 549 kasus gigitan hewan penular rabies. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah hingga mendekati 600 kasus pada akhir tahun mendatang. 

Lonjakan kasus tersebut  menunjukkan perlunya penanganan cepat dan ketersediaan vaksin antirabies yang memadai. “Jika kasus meningkat, otomatis alokasi juga harus ditingkatkan. Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan vaksin dapat segera tertangani,” tegasnya. Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi puskesmas, meski  belum mencakup seluruh wilayah. (**)

Laporan/Editor: Ardiansyah  

Berikan Komentar