Asep Sukohar: Pengalaman Panjang Modal Mengerek Daya Saing Unila

Asep Sukohar: Pengalaman Panjang Modal Mengerek Daya Saing Unila
Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.KKLP.

BACAGEH, Bandarlampung--Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, M.Kes., Sp.KKLP., menatap Pemilihan Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 dengan optimisme.

Mantan Wakil Rektor II Unila periode 2020–2024 itu percaya diri. Targetnya tegas. Membawa Unila melangkah lebih jauh. Memperkuat posisi di tingkat nasional. Sekaligus mengerek daya saing ke level internasional. Modalnya adalah pengalaman.

Asep bukan hanya dokter dan guru besar. Ia juga akademisi dan pernah duduk di jajaran pimpinan universitas.

Pengalaman itu menjadi bekalnya memahami Unila. Dari sisi akademik, tata kelola hingga pengembangan institusi. Berikut sejumlah rekam jejak yang menjadi modalnya.

Mendorong Tata Kelola Berbasis Data

Transformasi digital menjadi salah satu jejak penting Asep. Ia ikut mendorong integrasi sistem informasi Unila. Termasuk pengembangan Executive Dashboard dan penguatan pengukuran kinerja berbasis data.

Baca juga: Turun Gelanggang

Pada 2022, ia mendorong integrasi berbagai data Unila dalam satu dashboard. Tujuannya jelas. Data tidak berhenti sebagai arsip. Data harus menjadi alat monitoring dan dasar pengambilan keputusan pimpinan.

Asep juga terlibat dalam pengembangan SIKEBAS Unila, Sistem Keringanan dan Bebas UKT. Sistem itu diluncurkan 11 Januari 2022.

Jejak digitalisasi juga terlihat pada layanan kesehatan. Pada September 2021, ia berkontribusi dalam transformasi digital pelayanan vaksinasi COVID-19 Unila.

Ia juga ikut mendorong percepatan jabatan guru besar melalui sistem PAK. Angkanya bergerak naik. Dari 67 guru besar pada awal 2019, menjadi 118 pada November 2023. Pada 2026, jumlah guru besar Unila tercatat mencapai 173.

Ikut Menyiapkan Program Studi Strategis

Jejak Asep juga membentang di sektor pendidikan kedokteran dan kesehatan. Pada 2001, ia masuk tim teknis persiapan penyelenggaraan pendidikan Fakultas Kedokteran Unila. Dasarnya SK Rektor Unila Nomor 93/J26/2001 tertanggal 16 Januari 2001.

Setahun kemudian, ia kembali terlibat dalam Panitia Persiapan Pembukaan FK Unila melalui SK Rektor Nomor: 3/J26/2002. Program Studi Pendidikan Dokter kemudian beroperasi pada 2002.

Langkah berikutnya datang pada pengembangan Program Studi Farmasi Unila.

Pada 2018, Asep turut berkontribusi dalam pendirian dan pengembangannya. Mahasiswa angkatan pertama diterima pada 2019.

Jejak lain adalah Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Pulmonologi. Gagasan awalnya dimulai pada 2017. Soft opening PPDS Pulmonologi berlangsung 28 Juni 2021.

Asep juga terlibat dalam pendirian Program Studi Profesi Apoteker pada 2 April 2024. perannya mencakup perencanaan. Pendampingan. Hingga penguatan kurikulum. Angkatan pertama dijadwalkan menerima mahasiswa pada Agustus 2026.

Pengalaman Manajerial

Pengalaman manajerial Asep juga panjang. Ia pernah menjabat Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila pada 2020–2023. Kini, ia menjabat Ketua Senat FK Unila periode 2023–2027.

Pengalamannya tidak hanya di Unila. Asep juga ikut dalam percepatan pendirian Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Metro, Lampung. Fakultas tersebut berdiri pada 17 November 2022.

Namanya juga tercatat dalam perjalanan pembangunan Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Unila. Keterlibatannya dimulai sejak persiapan pembangunan rumah sakit pendidikan pada 2015.

Peran itu berlanjut ketika ia menjadi Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan. Pada 2020, ia terlibat dalam finalisasi desain RSPTN.

Konsepnya bukan sekadar rumah sakit. RSPTN diarahkan menjadi rumah sakit pendidikan yang terintegrasi dengan riset, pembelajaran, teknologi informasi, serta prinsip smart and green building.

Pada 2021, ia terlibat dalam koordinasi Tim RSPTN. Setahun kemudian, ia ikut dalam akselerasi PIU RSPTN.

Jejak di Luar Kampus

Pengalaman Asep juga bersinggungan dengan dunia kesehatan di luar kampus.

Ia pernah menjadi Ketua Tim Kendali Mutu Kendali Biaya (KMKB) BPJS Kesehatan Provinsi Lampung periode 2016–2017.

Sebelumnya, ia menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama FK Unila periode 2014–2019. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Pengawas RSUD Abdul Moeloek periode 2015–2018.

Pada periode yang sama, ia menjadi anggota Badan Pengawas Rumah Sakit Provinsi Lampung. Di bidang pendidikan kedokteran, Asep turut terlibat dalam pembinaan dan pengembangan Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Respati Yogyakarta pada 2015.

Di organisasi profesi, ia masih dipercaya sebagai Ketua Persatuan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Provinsi Lampung.

Segudang pengalaman itu, kini diuji. Semua rekam jejak itu bertemu di satu arena. Pemilihan Rektor Unila periode 2027–2031. (**)

Berikan Komentar