Prof Asep Turun Gelanggang, Bursa Rektor Unila Kian Sengit

Prof Asep Turun Gelanggang, Bursa Rektor Unila Kian Sengit
Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes. resmi mendaftarkan diri sebagai calon Rektor Unila

BACAGEH, Bandarlampung--Persaingan menuju kursi Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027-2031 kian memanas. Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes. resmi mendaftarkan diri sebagai calon rektor, Kamis (20-8-2026).

Guru besar Fakultas Kedokteran Unila itu datang langsung menyerahkan berkas pendaftaran. Dia menjadi kandidat ketiga yang masuk dalam bursa penjaringan calon Rektor Unila, setelah Prof. Warsito dan Dr. Budiono lebih dahulu mendaftarkan diri.
Bagi Prof. Asep, langkah tersebut bukan sekadar formalitas, tetap merupakan penegasan serius menawarkan gagasan dan kepemimpinan untuk membawa Unila melangkah lebih jauh, di tingkat nasional maupun internasional.

Pengalaman menjadi Wakil Rektor II Unila periode 2020-2024 menjadi salah satu modal kuat yang dibawa Prof. Asep dalam kontestasi kali ini. Posisi tersebut membuatnya memiliki pengalaman langsung dalam mengelola kebijakan dan dinamika manajemen perguruan tinggi.

Dengan latar belakang sebagai dokter, guru besar, akademisi, sekaligus mantan pimpinan universitas, Prof. Asep dinilai memiliki bekal akademik dan manajerial yang cukup untuk memahami tantangan sekaligus kebutuhan pengembangan Unila.

Profil resmi Guru Besar Unila mencatat Prof. Asep sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran dengan kepakaran di bidang Farmakologi dan Farmasi Klinis.
Dikenal berkarakter low profile, Prof. Asep juga tak banyak mengumbar ambisi politik kampus. Namun, keputusan kembali maju dalam Pilrek menunjukkan pesan yang tegas: ia ingin ikut menentukan arah masa depan Unila.
Bagi Prof. Asep, pemilihan rektor bukan sekadar pertarungan memperebutkan kursi tertinggi di kampus.

Lebih dari itu, Pilrek merupakan momentum strategis untuk menentukan wajah, arah, dan daya saing Unila dalam empat tahun mendatang.
Masuknya nama Prof. Asep pun membuat peta persaingan Pilrek Unila semakin menarik. Rekam jejak sebagai mantan Wakil Rektor II dan guru besar menjadi kekuatan yang kini resmi dibawa ke arena kontestasi.

Dengan tiga nama yang telah mendaftar, pertarungan menuju kursi Rektor Unila 2027-2031 dipastikan semakin dinamis. Kini, publik kampus menanti gagasan dan visi yang akan ditawarkan masing-masing kandidat untuk membawa Unila menghadapi tantangan perguruan tinggi yang kian kompetitif. (**)

Berikan Komentar