BACAGEH, Lampung Selatan -- Persaingan untuk menjadi mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) semakin ketat. Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 5.832 mahasiswa baru dinyatakan diterima setelah melewati berbagai jalur seleksi.
Rektor Itera, Prof Elfahmi, mengatakan penerimaan mahasiswa baru tahun ini mencatat sejumlah capaian penting. Salah satunya terlihat dari meningkatnya tingkat persaingan untuk masuk ke kampus yang berada di Kabupaten Lampung Selatan tersebut.
"Kalau dahulu tahun 2024–2025 itu ketetatannya 1 banding 4, sekarang 1 banding 6 rata-rata. Bahkan ada program studi yang 1 berbanding 14," kata Elfahmi seusai sidang terbuka penerimaan mahasiswa baru Itera tahun ajaran 2026/2027, Senin (10/8/2026).
Menurut dia, rasio tersebut menunjukkan semakin banyak calon mahasiswa yang harus bersaing untuk mendapatkan satu kursi di Itera.
Dari total 5.832 mahasiswa baru, sebanyak 1.952 mahasiswa atau 33,47 persen diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Kemudian, sebanyak 2.993 mahasiswa atau 51,32 persen diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Sementara itu, jalur mandiri menyumbang 880 mahasiswa atau 15,09 persen. Adapun tujuh mahasiswa lainnya atau sekitar 0,1 persen diterima melalui jalur Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).
Dari sejumlah program studi yang ada di Itera, Farmasi menjadi jurusan dengan tingkat persaingan paling ketat pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini.
Tingkat persaingan di program studi tersebut mencapai 1 banding 14. Artinya, satu kursi diperebutkan sekitar 14 pendaftar.
Posisi berikutnya ditempati Teknik Pertambangan dengan tingkat persaingan 1 banding 12. Sementara Rekayasa Kosmetik berada di urutan berikutnya dengan rasio 1 banding 10.
Elfahmi menyebut hampir seluruh kuota mahasiswa baru Itera tahun ini terpenuhi. Tingkat daftar ulang mahasiswa bahkan mencapai 99 persen.
"Artinya Itera sudah mulai direkognisi oleh pelajar-pelajar SMA, lulusan-lulusan SMA di Indonesia," ujarnya.
Mahasiswa baru Itera tahun 2026 tidak hanya berasal dari wilayah Sumatera. Sebanyak 87 persen mahasiswa baru berasal dari Sumatera, sedangkan 13 persen lainnya datang dari berbagai daerah di luar Sumatera.
Lampung menjadi provinsi dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak, yakni mencapai 2.870 orang. Disusul Sumatera Utara sebanyak 807 mahasiswa dan Sumatera Selatan sebanyak 645 mahasiswa.
Khusus dari Provinsi Lampung, mahasiswa baru paling banyak berasal dari Kota Bandar Lampung dengan 1.012 mahasiswa.
Kemudian Lampung Selatan sebanyak 358 mahasiswa, Lampung Tengah 261 mahasiswa, dan Lampung Timur 214 mahasiswa.
Itera juga mencatat sejumlah data menarik dari mahasiswa baru tahun 2026. Salah satunya adalah peraih nilai UTBK SNBT tertinggi.
Nilai tertinggi diraih calon mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dengan skor 733,68.
Sementara itu, mahasiswa termuda Itera tahun ini adalah M. Adib Zuhdi. Ia tercatat berusia 16 tahun dan diterima di Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas.
Adapun mahasiswa baru dengan asal daerah terjauh berasal dari Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.
Mahasiswa tersebut adalah Raymondo Cicilio Komoyap yang diterima di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota melalui jalur ADik.
Elfahmi menegaskan Itera akan terus meningkatkan kualitas akademik, riset, inovasi, hingga infrastruktur kampus.
Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat peran Itera dalam mencetak sumber daya manusia sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Sumatera dan Indonesia.
"Itera dari Sumatra untuk Indonesia. Kita terus berupaya meningkatkan kapabilitas dan kualitas riset serta inovasi agar memberikan dampak bagi masyarakat," pungkasnya.
Laporan/Editor : Ardiansyah
Berikan Komentar