BKSDA Pasang Kandang Jebak, Beruang Madu yang Resahkan Warga Tanggamus Masih Berkeliaran

BKSDA Pasang Kandang Jebak, Beruang Madu yang Resahkan Warga Tanggamus Masih Berkeliaran
Kandang jebak dipasang oleh petugas BKSDA untuk menangani kemunculan satwa liar yang diduga beruang madu di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus

BACAGEH, Lampung-- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung memasang kandang jebak untuk menangani kemunculan satwa liar yang diduga beruang madu di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus. Langkah itu dilakukan setelah laporan warga terkait keberadaan satwa tersebut semakin banyak diterima dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Seksi KSDA Wilayah III Lampung, Itno Itoyo mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan verifikasi dan pemantauan bersama aparat setempat serta pemerintah desa.

"Baru ini laporan yang masuk. Saat ini masih kami analisis dan mencari informasi lebih lanjut untuk memastikan kondisi di lapangan," kata Itno saat dikonfirmasi, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, kandang jebak telah dipasang di salah satu lokasi yang diduga menjadi jalur perlintasan satwa tersebut. Namun hingga kini, satwa yang dicurigai beruang madu itu belum masuk ke dalam perangkap.

"Kemarin tim sudah turun bersama institusi terkait dan pemerintah desa. Kami juga sudah memasang kandang jebak sebagai salah satu upaya penanganan," jelasnya.

Dia mencatat, laporan terbaru menyebutkan satwa itu kembali terlihat di lokasi berbeda. Kondisi tersebut membuat proses identifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan jenis satwa serta pola pergerakannya.

"Dari hasil pemantauan, satwa itu belum masuk kandang. Namun, kami kembali menerima informasi adanya kemunculan di lokasi lain sehingga proses identifikasi terus dilakukan," sebutnya.

Berdasarkan temuan di lapangan, dugaan sementara mengarah pada beruang madu. Indikasi itu diperkuat dengan ditemukannya bekas cakaran pada batang pohon serta tanda-tanda satwa mencari pakan alami di sekitar area perkebunan.

"Ada bekas cakaran dan tanda-tanda lain yang menjadi petunjuk awal, tetapi tetap perlu dipastikan melalui identifikasi lebih lanjut," ungkap Itno.

Sejauh ini, BKSDA memperkirakan satwa yang terpantau hanya satu ekor. Meski demikian, petugas masih mendalami apakah laporan kemunculan di beberapa lokasi berasal dari individu yang sama atau berbeda.

"Kami masih mengidentifikasi apakah ini individu yang sama atau berbeda. Jika selisih waktunya satu hingga dua hari dan masih dalam jangkauan jelajah beruang, bisa jadi individu yang sama," katanya.

Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mencoba mendekati, menangkap, atau mengusir satwa liar tersebut apabila kembali terlihat. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat atau petugas BKSDA untuk menghindari potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

Sebelumnya, warga Pekon Kali Sari, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, dibuat resah setelah seekor satwa yang diduga beruang muncul di area perkebunan. Hasil pengecekan aparat menemukan bekas cakaran pada pohon dan lokasi yang diduga menjadi tempat beristirahat satwa tersebut.

Kapolsek Wonosobo, Iptu Primadona Laila, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BKSDA Lampung dan pemerintah pekon guna memastikan identifikasi satwa serta menentukan langkah penanganan yang tepat.

"Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor apabila kembali melihat satwa tersebut. Jangan melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa liar itu," ujar Primadona.

Laporan/Editor: Ardiansyah 

Berikan Komentar