BACAGEH, Metro--Pemkot Metro, Lampung mengambil langkah taktis untuk tetap mengoptimalkan program pembenahan infrastruktur jalan, di tengah defisit anggaran akibat tidak cairnya Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp161,4 miliar dari pemerintah pusat.
Salah satu langkah taktis itu dengan mengandalkan suntikan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp18 miliar dari pusat.
Pelaksan Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Metro Sri Mulyani, menegaskan arahan Walikota Bambang Iman Santoso, agar pelayanan dasar, terutama peningkatan kualitas jalan, tidak boleh mandek, meski anggaran dipangkas besar-besaran.
“Tahun 2026 ini penuh tekanan fiskal, tapi kita tetap bergerak. Perbaikan darurat di titik vital, seperti Bundaran Pasar Rejoagung dan Jalan Suprapto sudah kami lakukan agar mobilitas warga tetao aman dan lancar,” kata Sri Mulyani, Kamis (9-4-2026).
Dia menyebut suntikan DAK sebesar Rp18 miliar dari pemerintah pusat akan difokuskan untuk peningkatan dua ruas strategis: Jalan Adipati Raya dan Jalan Piagam Jakarta.
Tak berhenti di situ, Pemkot Metro juga menekan Pemerintah Provinsi Lampung agar percepatan perbaikan jalan yang menjadi kewenangan provinsi segera berjalan, seperti Jalan Pattimura dan Jalan Soekarno Hatta.
Saat ini program perbaikan Jalan Pattimura memasuk proses tender dan Jalan Soekarno Hatta juga sudaj masuk daftar perbaikan prioritas.
Di sisi tata kelola, Pemkot Metro mencatat prestasi: peringkat pertama seProvinsi Lampung untuk ITKP 2026, yang menjadi modal penting dalam mengamankan insentif kedaerahan dari pusat.
Saat ini tingkat kemantapan jalan di Metro berada di angka 70 persen. Kerusakan dipicu usia jalan, kendaraan ODOL, dan curah hujan tinggi.
Pemerintah memasang imbauan keselamatan di titik rawan, sembari berharap anggaran kembali stabil agar pembangunan—termasuk drainase—bisa digencarkan kembali.
“Doa dan dukungan masyarakat sangat kami harapkan. Kami akan terus bekerja dengan apa yang ada, sambil memastikan setiap ruas tetap layak dilewati,” pungkas Sri. (**)
Laporan: Rio Bima
Editor: Nizar
Berikan Komentar