Tekan Kematian Ibu, Pemprov Lampung Gandeng POGI

Tekan Kematian Ibu, Pemprov Lampung Gandeng POGI
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menerima audiensi Pengurus Pusat POGI dan POGI Cabang Lampung. (Foto: Diskominfotik)

BACAGEH, Bandarlampung--Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menggandeng Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.

Komitmen itu disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat menerima Pengurus Pusat POGI dan POGI Cabang Lampung di ruang kerjanya, Senin (27-7-2026). Pertemuan juga membahas kesiapan Lampung menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) POGI 2027.

Ketua POGI Cabang Lampung Dino Rinaldy mengatakan, kematian ibu masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Pada 2025, angka kematian ibu tercatat sekitar 144 per 100.000 kelahiran hidup.

Hipertensi dalam kehamilan, perdarahan, serta belum meratanya akses dan mutu pelayanan kesehatan menjadi sejumlah faktor penyebab.

POGI Lampung, yang memiliki sekitar 100 anggota aktif, mendukung upaya penurunan AKI melalui audit kematian maternal dan perinatal, pelatihan kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir, pendampingan puskesmas, serta skrining kehamilan berisiko tinggi.

Organisasi profesi tersebut juga menjalankan program skrining kanker serviks, vaksinasi HPV, dan edukasi kesehatan reproduksi.

"Masalah kematian ibu tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi profesi seperti POGI," kata Dino.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan tenaga profesional penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan reproduksi perempuan, meningkatkan keselamatan ibu saat persalinan, dan memastikan bayi lahir sehat.

Jihan menegaskan, pelayanan kesehatan ibu hamil dan bersalin merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi pemerintah daerah. Karena itu, sinergi dengan POGI diharapkan memperkuat kualitas layanan sekaligus mempercepat penurunan angka kematian ibu dan stunting.

"Kami sangat terbuka terhadap berbagai gagasan yang relevan dengan tugas dan fungsi pemerintah. Para profesional memiliki keilmuan, sementara pemerintah menyiapkan regulasi, dukungan kebijakan, dan implementasinya," ujarnya.

Selain memperkuat layanan kesehatan, pertemuan tersebut membahas persiapan PIT POGI 2027. Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat POGI Ulul Albab mengatakan, kegiatan nasional itu diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 peserta, bahkan bisa mencapai 6.000 orang jika termasuk keluarga peserta.

PIT POGI akan berlangsung selama lima hingga tujuh hari dengan agenda pertemuan ilmiah, lokakarya, kegiatan sosial, dan advokasi kesehatan.

Menurut Ulul, kegiatan tersebut juga berpotensi menggerakkan ekonomi daerah melalui sektor perhotelan, pariwisata, kuliner, UMKM, dan transportasi.

Pemprov Lampung berharap PIT POGI 2027 tidak sekadar menjadi agenda ilmiah nasional, tetapi juga momentum memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (**)

Berikan Komentar