BACAGEH, Labuhanratu--Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan pembangunan tanggul permanen sepanjang 70 kilometer antara Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan permukiman warga akan segera direalisasikan untuk menekan konflik gajah-manusia yang sudah berlangsung puluhan tahun.
Pernyataan itu disampaikan Mirza saat meninjau TNWK usai Dialog Mitigasi Konflik Gajah dan Manusia bersama camat, kepala desa, dan tokoh masyarakat desa penyangga, Sabtu (24-1-2027).
“Kami menerima aspirasi warga dan merumuskan langkah konkret untuk menanggulangi konflik gajah di desa-desa penyangga yang sudah terjadi puluhan tahun,” ujar Mirza.
Menurutnya, keluhan utama warga meliputi tanggul yang masih rendah dan rentan dipanjat gajah, serta kebutuhan tambahan personel pengawas malam. Langkah-langkah sementara ini akan diintensifkan sambil menunggu tanggul permanen yang dirancang bersama pemerintah pusat.
“Pemerintah pusat telah melakukan survei teknis lokasi. Tujuannya agar pembatas ini sustainable dan berlaku selamanya,” jelasnya.
Mirza menambahkan, meski Pemkab Lampung Timur sebelumnya membangun tanggul sementara berbahan tanah, tanggul itu belum permanen dan masih bisa dilewati gajah. “Makanya nanti akan dibangun tanggul yang permanen. Ini bagian dari solusi pemerintah dalam menanggulangi konflik konservasi hutan di seluruh Lampung,” tegasnya.
Pembangunan tanggul ini juga merupakan tindak lanjut perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto terhadap masyarakat terdampak konflik.
Pangdam XXI Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menyatakan TNI siap membantu pemerintah daerah sesuai permintaan masyarakat. “Kalau diminta, kami akan kirim personel untuk mencegah konflik gajah-manusia. Tapi harus sinkron dengan SOP yang ada,” ujar Mayjen Kristomei.
Langkah ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar tidak ada lagi konflik berkepanjangan antara gajah dan manusia di sekitar TNWK. (**)
Laporan/Editor: Redaksi Bacageh
Berikan Komentar