Susu Peternak Masih Sulit Terjual, PR Besar Bupati Pringsewu

Susu Peternak Masih Sulit Terjual, PR Besar Bupati Pringsewu
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengunjungi Kelompok Peternak Kambing Perah di wilayah Kecamatan Sukoharjo

BACAGEH, Pringsewu--Status Kabupaten Pringsewu sebagai sentra pengembangan ternak kambing dan domba di Provinsi Lampung, ternyata belum sejalan dengan kondisi yang dihadapi peternak di lapangan. Produksi susu kambing melimpah, namun pasar masih menjadi persoalan utama.

Kondisi tersebut terungkap saat Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas mengunjungi Kelompok Peternak Kambing Perah di RAS Farm, Pekon/Desa Sukoharjo I, Kecamatan Sukoharjo, Selasa (30-6-2026). Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung perkembangan usaha peternakan sekaligus menyerap berbagai kendala yang dihadapi peternak.

Didampingi Ketua HPDKI Pringsewu Sutikno, Kepala Dinas Pertanian Maryanto, Kepala Dinas Kopdagprin Sulistiyo Ningsih, Kepala DPMPTSP Handri Yusuf dan Camat Sukoharjo Yuli Susapto, bupati menegaskan Pringsewu telah ditetapkan Pemerintah Provinsi Lampung sebagai kawasan sentra pengembangan ternak kambing dan domba.

"Penetapan ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Pringsewu. Karena itu, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk terus membina peternak agar produksi dan kualitas ternaknya meningkat," kata Riyanto.

Namun, menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi produksi, melainkan pemasaran susu kambing yang belum terserap optimal. Padahal, terdapat peluang kerja sama dengan pihak yang siap menampung susu kambing untuk diolah menjadi susu bubuk, asalkan memenuhi standar dan kualifikasi yang ditetapkan.

Selain memperkuat sektor kambing perah, Pemkab Pringsewu juga terus mendorong pengembangan ternak domba guna meningkatkan kualitas dan daya saing peternakan rakyat.

Joko Waluyo pemilik RAS Farm Sukoharjo, mewakili peternak kambing perah, mengungkapkan persoalan utama yang dihadapi peternak saat ini adalah sulitnya memasarkan hasil produksi susu kambing.

"Produksi ada, tetapi pemasaran masih menjadi kendala. Kami berharap pemerintah daerah dapat membantu membuka akses pasar dan memberikan solusi bagi peternak," ungkapnya.

Masalah pemasaran tersebut, menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan jika Pringsewu ingin benar-benar menjadi pusat pengembangan kambing dan domba yang mampu meningkatkan kesejahteraan peternak. (**)

Laporan: Kontributor

Editor: Nizar

Berikan Komentar