Kejurnas Berkuda Dimulai, Gerbang Mewujudkan Sport Center Berkelas Nasional

Kejurnas Berkuda Dimulai, Gerbang Mewujudkan Sport Center Berkelas Nasional
Kejurnas Ketahanan Berkuda dan Horsebow Ground, di Kawasan Kota Baru, Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan

BACAGEH, Jatiangung--Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) bersama Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Provinsi Lampung memulai Langkah menjadikan kawasan Kota Baru, di Kecamatan Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan, sebagai calon sport center. Langkah itu ditandai dengan digelarnya Kejuaraan Nasional Ketahanan Berkuda dan Horsebow Ground, memperebutkan Piala Ketua Umum KONI Lampung, Sabtu (27-6-2026).

Kejuaraan yang digagas Pordasi Lampung tersebut bukan sekadar ajang adu kemampuan atlet berkuda, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan Kota Baru sebagai pusat pembinaan dan penyelenggaraan event olahraga nasional menuju PON 2032.

Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat mengatakan, kawasan Kota Baru akan dikembangkan menjadi basis latihan bagi cabang olahraga berkuda dan paramotor yang memiliki potensi besar di Lampung.

"Dalam waktu dekat fasilitas pendukung akan kami siapkan agar atlet berkuda dan paramotor dapat berlatih secara rutin di Kota Baru," kata Taufik usai membuka Kejurnas Ketahanan Berkuda dan Horsebow Ground, Sabut (27-6-2026).

Menurutnya, pengembangan kawasan olahraga di Kota Baru merupakan bagian dari roadmap besar Lampung menyambut PON 2032. Dalam waktu dekat, area tersebut akan difokuskan sebagai pusat pembinaan atlet dengan fasilitas yang terus ditingkatkan sesuai standar nasional.

Baca juga: Ratusan Peserta Bersaing

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Lampung Meiry Harika Sari mengatakan Kejurnas Ketahanan Berkuda dan Horsebow Ground menjadi sarana strategis untuk mengasah kemampuan atlet, sekaligus menjaring bibit-bibit potensial.

"Olahraga berkuda tidak hanya menguji fisik, tetapi juga ketangkasan, konsentrasi, dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat. Kota Baru memiliki potensi besar untuk menjadi pusat olahraga berkuda di Lampung," kata Meiry.

Ketua Pordasi Lampung Supendi menyebut kejuanas tersebut menjadi panggung penting bagi atlet untuk mengukur kemampuan, sekaligus menambah pengalaman bertanding di level nasional.

Dia mengungkapkan, saat ini Lampung memiliki sejumlah stable mandiri dengan kuda-kuda yang siap berlaga di berbagai nomor, mulai dari endurance 20 hingga 40 kilometer, horseback archery, hingga equestrian dressage dan jumping.

Kejurnas Berkuda dan Horsebow Ground Lampung 2026 diikuti atlet dari lima provinsi: Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, dan Sumatera Selatan. Untuk memudahkan peserta luar daerah, panitia juga menyiapkan 12 ekor kuda pertandingan, sehingga kontingen tidak perlu membawa kuda dari daerah masing-masing. (**)

Berikan Komentar