BACAGEH, Bandarlampung--Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya menekan angka putus sekolah di Provinsi Lampung. Hal itu disampaikan Mirza usai memimpin Rapat Evaluasi Program Pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung, Rabu (18-2-2026).
Menurut Mirza, rapat tersebut difokuskan pada evaluasi program sekaligus penguatan perencanaan agar kebijakan pendidikan berjalan sesuai arah pembangunan daerah.
Salah satu perhatian utama adalah mencegah anak putus sekolah yang kerap dipicu berbagai persoalan di lapangan. “Kita tidak ingin ada anak putus sekolah. Banyak faktor di lapangan yang bisa menyebabkannya dan itu harus diantisipasi,” kata Mirza.
Selain itu, gubernur juga mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan tahun sebelumnya, termasuk realisasi anggaran dan pembangunan infrastruktur sekolah.
Ia menyebut anggaran pendidikan mengalami peningkatan signifikan, terutama pada program revitalisasi sekolah. “Pada 2025 ada 220 sekolah yang direvitalisasi. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tidak sampai 100 sekolah,” ujarnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico mengatakan pihaknya akan menelusuri secara detail jumlah anak yang putus sekolah.
Pendataan dilakukan dengan membandingkan jumlah siswa yang masuk sekolah dengan jumlah lulusan di tiap satuan pendidikan. “Jika ada selisih, berarti ada potensi anak putus sekolah yang harus ditelusuri,” kata Thomas.
Menurutnya, siswa yang putus sekolah akan didorong kembali melanjutkan pendidikan melalui tiga jalur, yakni Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), pembelajaran jarak jauh, dan SMA Terbuka. “Mereka bisa memilih jalur yang tersedia. Intinya kami ingin memastikan mereka tetap melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Pendataan tahap awal akan difokuskan pada jenjang SMA sederajat yang menjadi kewenangan Pemprov Lampung, kemudian diperluas hingga tingkat kabupaten/kota.
Disdikbud juga akan melibatkan Dinas Sosial untuk mengkaji faktor ekonomi yang melatarbelakangi siswa putus sekolah. “Data harus valid, tidak cukup secara verbal. Dalam beberapa hari ke depan kami harap sudah memperoleh gambaran angka yang sebenarnya,” tutupnya. (**)
Laporan/Editor: Redaksi Bacageh
Berikan Komentar