BACAGEH, Metro--Kondisi infrastruktur jalan di Kota Metro, Lampung, kian memprihatinkan. Memasuki musim penghujan, sejumlah ruas jalan protokol yang seharusnya menjadi etalase kota, justru dipenuhi lubang menganga. Genangan air yang menutupinya berubah menjadi “ranjau” tak kasatmata yang mengancam keselamatan pengendara.
Sorotan tajam datang dari Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Metro—ikon layanan administrasi masyarakat. Ironisnya, di titik yang menjadi pusat pelayanan publik itu, aspal rusak parah dan berlubang dalam.
Andri, warga yang kerap melintas di kawasan tersebut, mengaku geram. Dia menyebut kerusakan itu bukan persoalan baru, melainkan sudah berulang tanpa penanganan serius.
“Di depan gedung pelayanan publik saja lubangnya dalam-dalam. Kalau hujan, tertutup air dan tidak kelihatan sama sekali. Sudah sering saya lihat pengendara motor terjatuh. Apa harus tunggu korban lebih fatal dulu, baru bergerak?” cetus Andri, Selasa (24-2-2026).
Menurutnya, jalan di jantung kota semestinya menjadi prioritas utama pemeliharaan, bukan justru dibiarkan rusak di depan mata.
Keluhan serupa mencuat di Jalan Soekarno-Hatta—ruas yang dikenal sebagai jalur utama pergerakan ekonomi.
Budi, warga yang saban hari melintas untuk bekerja, menilai kerusakan di jalan tersebut semakin parah setiap musim hujan.
Kondisi Jalan Jalan Soekarno-Hatta, Kota Metro
“Ini urat nadi ekonomi. Tapi kondisinya berlubang di mana-mana. Hujan bikin aspal makin terkikis. Kami selalu waswas tiap lewat,” ungkapnya.
Warga menilai, tambal sulam yang selama ini dilakukan tidak menyentuh akar persoalan. Lubang kembali muncul begitu hujan turun deras.
Warga mendesak Pemerintah Kota Metro dan dinas terkait, agar berhenti melakukan perbaikan sementara dan segera melakukan penanganan menyeluruh.
Bagi masyarakat, infrastruktur dasar seperti jalan jauh lebih mendesak ketimbang proyek-proyek yang bersifat kosmetik. Jalan mulus dan aman bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan menyangkut keselamatan dan hak warga sebagai pembayar pajak.
“Segera perbaiki. Mau pakai APBD atau dana pemeliharaan rutin, yang penting jalannya aman. Jangan sampai rakyat sudah bayar pajak, tapi fasilitas dasar saja tidak layak,” kata Andri. (**)
Laporan: Rio Bima
Editor: Nizar
Berikan Komentar