BACAGEH, Jakarta--PT Perkebunan Nusantara I (Persero) memperkuat pembinaan UMKM dengan menggeser fokus dari pemberian bantuan ke pembangunan kemandirian usaha.
Pendekatan itu mencakup: penguatan kapasitas, peningkatan kualitas produk, perluasan pasar, inovasi, hingga membuka akses UMKM ke rantai nilai yang lebih luas.
Komitmen tersebut mendapat apresiasi melalui penghargaan pada malam puncak ulang tahun ke-15 KompasTV bertajuk “Indonesia B15A” di Jakarta, Rabu (9-9-2026) malam.
Penghargaan diserahkan Direktur Utama KompasTV bersama CEO Kompas Gramedia Lilik Oetama kepada Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras.
Apresiasi diberikan atas konsistensi PTPN I dalam membina UMKM di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program diarahkan agar pelaku usaha tidak berhenti sebagai penerima bantuan, tetapi mampu tumbuh dan mandiri.
“Penghargaan ini kami dedikasikan kepada seluruh mitra binaan PTPN I. Mereka adalah wajah dari kerja keras masyarakat di sekitar perkebunan yang terus berusaha mengubah potensi menjadi nilai ekonomi,” kata Rivai.
Menurut Rivai, keberhasilan pemberdayaan tidak diukur dari besarnya bantuan. Ukurannya adalah kemampuan UMKM untuk tumbuh, mandiri, dan menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
“PTPN I ingin mengubah pendekatan pemberdayaan dari sekadar memberikan bantuan menjadi membangun kemandirian. Kami ingin UMKM tumbuh menjadi usaha yang memiliki daya saing dan mampu menciptakan nilai secara berkelanjutan,” terangnya.
Salah satu UMKM binaan PTPN I juga tampil dalam segmen “Wajah Indonesia” yang mengangkat kisah masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal dan menciptakan dampak ekonomi di daerah.
Rivai menilai masyarakat sekitar perkebunan merupakan bagian penting dari ekosistem bisnis perusahaan. Karena itu, pertumbuhan PTPN I harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip creating shared value (CSV) dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perkebunan tidak hanya dituntut menghasilkan komoditas, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang lebih luas.
“Ketika UMKM tumbuh, masyarakat memiliki kesempatan ekonomi yang lebih baik. Pada saat yang sama, ekosistem usaha di sekitar perkebunan juga semakin kuat,” tegas Rivai.
Penghargaan tersebut menjadi momentum bagi PTPN I untuk memperkuat program UMKM naik kelas: usaha lebih mandiri, berdaya saing, mampu menciptakan lapangan kerja, dan masuk ke rantai ekonomi yang berkelanjutan. (**)
Berikan Komentar