BACAGEH, Bandarlampung--KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Provinsi Lampung mulai membuka pintu lebar bagi dunia usaha. Targetnya memperkuat pembinaan atlet untuk mendongkrak prestasi, sekaligus mengembangkan industri olahraga daerah.
Langkah awal mencapai tujuan tersebut, ditandai dengan kunjungan delegasi KONI Lampung ke Sekretariat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, Sabtu (8-8-2026).
Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat mengatakan, pembinaan olahraga tak bisa terus bertumpu pada anggaran pemerintah. Keterlibatan swasta menjadi kebutuhan.
“Prestasi olahraga membutuhkan dukungan berkelanjutan. Tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah,” kata Taufik.
KONI akan memetakan cabor potensial. Cabor yang berpeluang menyumbang medali akan dipertemukan dengan perusahaan melalui skema bapak angkat cabor.
Dukungan diarahkan untuk pembinaan atlet, sarana latihan, peningkatan kualitas cabor hingga kejuaraan.
Namun, target KONI bukan sekadar medali. Kolaborasi itu juga diarahkan membangun industri olahraga dan sport tourism.
Event olahraga diharapkan ikut menggerakkan UMKM, sektor jasa, perhotelan dan pariwisata Lampung.
Ketua Apindo Lampung Ary Meizari Alfian menyatakan kesiapan dunia usaha mendukung program KONI Lampung.
"Olahraga yang maju bukan hanya memberi prestasi dan kebanggaan, tetapi juga dampak ekonomi dan peluang usaha,” kata Ary. Karena itu, lanjut dia, Apindo siap menjadi jembatan antara perusahaan, KONI dan cabor. (**)
Berikan Komentar