BACAGEH, Gedongtataan-- Sejumlah warga Perumahan Griya Bina Mitra II, Desa Bernung Kecamatan Gedongtataan mengeluhkan saluran drainase yang mampet dipenuhi dahan pohon, endapan lumpur serta sampah plastik.
Kondisi tersebut telah dikeluhkan warga perumahan sejak musim penghujan sekira bulan Februari 2026 lalu.
Saat musim penghujan, belasan rumah dipastikan terendam banjir, karena air meluap melewati gorong-gorong yang tersumbat.
Bahkan, dari belasan rumah yang terendam banjir, banyak yang dihuni oleh keluarga yang memiliki balita.
Melihat kondisi demikian, pihak pengembang perumahan diduga abai dan tidak mengindahkan keluhan warga.
Salah satu warga perumahan tersebut mengaku mulai mencium bau tak sedap saat hendak menunaikan salat berjamaah di musola yang berada di samping drainase.
"Waktu saya ambil air wudhu, sempat mencium bau busuk seperti bau lumpur comberan, ternyata berasal dari genangan air di aliran drainase yang tersumbat," katanya kepada Bacageh.id, Senin (27-7-2026).
Selain memicu banjir dan menimbulkan bau tak sedap, genangan air yang kotor tersebut juga disinyalir menjadi sarang nyamuk malaria yang menjadi wabah endemik di Kabupaten Pesawaran.
Warga yang lain turut menyesalkan lambannya respon dari pihak pengembang Perumahan Bina Mitra Familindo, padahal sekitar 180 warga perumahan itu telah membayar iuran sebesar Rp80 ribu per bulan, sebagai biaya perawatan fasilitas umum, keamanan serta penggunaan air bersih.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Lingkungan Hidup memastikan akan turun ke lokasi untuk meninjau keluhan warga tersebut.
"Kami segera turun ke lokasi, memastikan keluhan warga ini bisa terselesaikan. Kami juga akan berkoordinasi bersama Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) dan Dinas PUPR," terang Fahmi, Kabid Penataan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesawaran.
Laporan/editor: Rifat Arif
Berikan Komentar