BACAGEH, Kotabumi--Target tanam padi di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) melonjak tajam pada Juli 2026. Pemerintah pusat menaikkan target dari sekitar 2.100 hektare pada Juni menjadi 3.038 hektare. Namun, target itu dibayangi musim kemarau dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lampura Tomi Suciadi mengatakan, pemerintah daerah tetap berupaya mengejar target Kementerian Pertanian, meski kondisi lapangan tidak ideal.
"Target Juli mencapai 3.038 hektare, jauh lebih tinggi dibanding Juni," kata Tomi, Jumat (17-7-2026).
Pada Juni lalu, realisasi tanam mampu menembus lebih dari 80 persen target. Namun, tantangan bulan Juli jauh lebih berat. Debit air terus menurun akibat kemarau, sementara jaringan irigasi utama yang mengairi lebih dari 2.000 hektare sawah teknis masih direhabilitasi.
Akibatnya, banyak petani menunda musim tanam karena pasokan air belum mencukupi.
Hingga pertengahan Juli, realisasi tanam baru mencapai 334 hektare atau sekitar 11 persen dari target 3.038 hektare.
Pemkab Lampura terus mempercepat tanam melalui penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pemerintah kecamatan. Lahan tadah hujan didorong memanfaatkan pompa air, sementara koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dilakukan agar rehabilitasi irigasi segera rampung.
"Kami terus berupaya maksimal. Setelah irigasi selesai dan pasokan air kembali normal, percepatan tanam akan digenjot agar target tidak tertinggal jauh," terang Tomi.
Lonjakan target tanam merupakan bagian dari program pemerintah pusat menjaga produksi beras dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, keberhasilannya di Lampura, masih sangat bergantung pada cuaca, ketersediaan air, dan kesiapan infrastruktur irigasi. (**)
Laporan: Yansen
Editor: Nizar
Berikan Komentar