Angkon Muakhi Teguhkan Persatuan, Pangdam Radin Inten Sandang Gelar Raja Satria Negara

Angkon Muakhi Teguhkan Persatuan, Pangdam Radin Inten Sandang Gelar Raja Satria Negara
Pangadam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menjalani prosesi Angkon Muakhi dengan keluarga besar Ansyori Sabak gelar Suttan Rajo Putra Negara, di Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan, Kabupaten Lampung Utara

BACAGEH, Kotabumi--Warisan budaya Lampung kembali menegaskan fungsinya sebagai perekat persaudaraan. Melalui prosesi Angkon Muakhi, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi resmi diangkat menjadi saudara adat masyarakat Abung Siwo Migo, sekaligus menerima gelar adat Raja Satria Negara, 

Prosesi Pengangkenan dan Pengguain berlangsung khidmat di kediaman Ansyori Sabak gelar Suttan Rajo Putra Negara, di Kelurahan Kelapa Tujuh, Kotabumi Selatan, Kamis (9-7-2026).

Pengangkatan itu menandai pengakuan adat kepada Kristomei yang bersuku Batak sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Lampung Abung Siwo Migo.

Istri Pangdam Desi Asti Megasari, juga menerima gelar adat Ratu Ibu Pertiwi. Keduanya selanjutnya akan mengikuti prosesi Turun Mandei di  Pantai Pasir Putih, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (11-7-2026). Prosesi Turun Mandei menjadi penutup rangkaian prosesi Angkon Muakhi tersebut.

Tokoh adat setempat Ibnu Hajar gelar Suttan Guttei Sang Rateu menegaskan, prosesi Angkon Muakhi bukan sekadar seremoni. Tradisi itu mengikat persaudaraan, amanah, serta tanggung jawab menjaga marwah adat dan kebersamaan.

Ansyori Sabak menyebut prosesi tersebut menjadi catatan sejarah. Menurutnya, keberagaman bukan penghalang untuk diterima sebagai keluarga besar adat Lampung.

Pangadam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengaku, bersyukur atas kehormatan itu. Dia menilai pengakuan adat memperkuat ikatan batinnya dengan tanah kelahiran.

"Air pertama yang saya minum adalah air Lampung Utara. Kini ikatan itu disahkan melalui adat," ujarnya.

Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis menyebut Angkon Muakhi sebagai warisan luhur yang harus dijaga dan terus dilestarikan. Dia berharap, ikatan persaudaraan yang lahir dari adat terus hidup lintas generasi, sekaligus memperkuat semangat membangun Lampung Utara.

Rangkaian adat dilanjutkan dengan prosesi Sewarei, yakni penguatan hubungan persaudaraan dengan sejumlah tokoh, termasuk Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, mantan Bupati Lampung Tengah Mustofa, dan Ketua BEM Universitas Lampung Aditiya Putra Bayu.

Diketahui, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi dilahirkan di Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, pada tanggal 6 Mei 1976. (**)

Laporan: Yansen

Editor: Nizar

Berikan Komentar