BACAGEH, Gedongtataan--Kabupaten Pesawaran masih menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Lampung yang belum berhasil keluar dari ancaman malaria. Hingga kuartal I 2026, tercatat 1.010 kasus positif malaria ditemukan dari hasil pemeriksaan terhadap 16.448 warga.
Data tersebut diungkapkan Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Akselerasi Eliminasi Malaria Provinsi Lampung 2026 yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela secara virtual, Rabu (1-7-2026).
Dari total kasus yang ditemukan, empat di antaranya merupakan kasus kambuh akibat pengobatan yang tidak tuntas. Meski demikian, Antonius menyebut tren kasus mulai menunjukkan penurunan dibanding lonjakan yang terjadi pada periode 2022 hingga 2024.
"Kasus malaria memang mulai menurun, namun upaya percepatan eliminasi terus kami lakukan agar Pesawaran segera terbebas dari malaria," kata Antonius.
Sebagai langkah strategis, Pemkab Pesawaran telah memetakan wilayah berdasarkan tingkat risiko penularan. Saat ini masih terdapat empat kecamatan berstatus reseptif atau rawan penularan malaria, sedangkan tujuh kecamatan lainnya telah masuk kategori nonreseptif.
Pemerintah daerah juga mengintensifkan penanganan di wilayah fokus penularan melalui penguatan surveilans, pengobatan, pengendalian vektor, promosi kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Untuk mempercepat penanganan, Pemkab Pesawaran telah membentuk Kelompok Kerja Operasional Pencegahan dan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria sebagai wadah koordinasi lintas sektor.
Dinas Kesehatan bersama puskesmas menjadi ujung tombak dalam penemuan kasus, diagnosis, pengobatan, investigasi epidemiologi, hingga edukasi masyarakat. Sementara seluruh organisasi perangkat daerah turut dilibatkan sesuai kewenangannya untuk mendukung target eliminasi.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan Pesawaran kini menjadi daerah terakhir di Lampung yang belum mengantongi status eliminasi malaria. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung akan memperkuat dukungan melalui koordinasi lintas sektor dan penerbitan Surat Edaran Gubernur guna mempercepat pencapaian target tersebut.
"Pesawaran menjadi fokus utama percepatan eliminasi malaria di Lampung. Semua pihak harus bergerak bersama agar status bebas malaria segera terwujud," tegas Jihan.
Dengan masih ditemukannya lebih dari seribu kasus positif pada awal 2026, perang melawan malaria di Pesawaran belum usai. Kini, Pesawaran menjadi titik penentu keberhasilan Lampung mewujudkan status provinsi bebas malaria secara menyeluruh. (**)
Laporan/Editor: Redaksi
Berikan Komentar