BACAGEH, Kotabumi--Harapan warga Kelurahan Kotaalam, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) untuk menikmati hasil perbaikan ruas Jalan KS Tubun, pupus. Hingga tutup tahun 2025, proyek rehabilitasi jalan yang dijanjikan tak kunjung berjalan.
Ruas jalan di samping Islamic Center, Jalur II Kebunempat itu tetap berlubang dan kerap berubah jadi kubangan saat hujan.
Kondisi itu bukan sekadar mengganggu, tapi membahayakan. Genangan air menutup lubang besar, memperlambat aktivitas, dan mengancam keselamatan pengendara.
“Kami dijanjikan dibangun tahun ini. Nyatanya, sampai ganti tahun nihil. Kalau hujan, jalannya berbahaya,” keluh Rahmat warga setempat, Rabu (31-12-2025).
Padahal, paket proyek rehab jalan senilai lebih kurang Rp750 juta itu sudah masuk program 2025. Fakta di lapangan: gagal tender. Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas SDABMBK Lampura Rio Alaska, mengakui seluruh paket jalan dan jembatan tertunda karena waktu pelaksanaan mepet.
“Oktober seharusnya jalan, tapi lelang belum ada,” ujarnya.
Baca juga: Paket Proyek Gagal Total
Dengan sisa waktu yang tak realistis dan proses tender memakan waktu, proyek diputuskan ditunda demi kualitas.
Rencana baru: akan dikerjakan awal tahun 2026. Namun bagi warga, penundaan itu terasa seperti alasan administratif yang mengabaikan kebutuhan mendesak.
Akibatnya nyata—risiko kecelakaan meningkat, aktivitas ekonomi tersendat, dan kepercayaan publik terkikis. (**)
Laporan: Yansen
Editor: Nizar
Berikan Komentar