BACAGEH, Metro--Kejaksaan Tinggi Lampung bersama Pemerintah Kota Metro dan kejaksaan negeri setempat, meluncurkan program Petani Mitra Adhyaksa (PMA). Peluncuran ditandai dengan penanaman padi serentak di areal persawahan Kelurahan Sumbersari, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro, Selasa (2-11-2025).
Kepala Kejati Lampung Danang Suryo Wibowo mengatakan, program PMA merupakan bentuk nyata kolaborasi dan sinergi antara aparat penegak hukum (kejaksaan) dan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani. "Petani Mitra Adhyaksa ini bentuk nyata dukungan kejaksaan dalam menyukseskan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia untuk mewujudkan swasembada pangan nasional," kata Danang.
Melalui program tersebut, Kejati Lampung terus meningkatkan pemantauan distribusi pupuk bersubsidi, agar tidak terjadi penyelewengan.
"Laporan dari PT Pupuk Indonesia, saat ini distribusi pupuk bersubsidi berjalan sebagaimana mesetinya. Jika ada penyalahgunaan, kami akan langsung turun untuk meluruskan," tegasnya.
Selain itu, kejati juga akan berkoordinasi dengan Perum Bulog terkait penyerapan gabah petani, sesuai kebijakan dan harga yang telah ditetapkan secara nasional.
Hal senada disampaikan Kepala Kejari Metro Neneng Rahmadini. Dia memastikan, terus memperkuat sinergi dengan Pemkot Metro dalam pendampingan hukum dan pengawalan terhadap aktivitas para petani, sehingga lebih optimal dalam mewujudkan kedaulatan pangan daerah.
"Kami melaksanakan tanam serentak musim pertama tahun 2025/2026 di lahan lebih kurang 130 hektare. Saat ini, terdapat 35 kelompok tani dengan 1.426 anggota yang menggarap total lahan 915,35 hektare," jelasnya.
Kejari Metro juga melakukan pendampingan terkait akses sarana produksi, regulasi, dan edukasi hukum bagi petani.
"Kami memotivasi untuk peningkatan produktivitas bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pengan, Perikanan dan Peternakan untuk mengoptimalkan hasil panen agar melampaui target," terangnya.
WaliKota Metro Bambang Iman Santoso mengapresiasi program PMA yang dilaksanakan Kejati Lampung. Dia menyebut, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat.
"Pertanian bukan hanya penyedia bahan pangan, tetapi juga penopang ekonomi masyarakat, pencipta lapangan kerja, dan instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan," kata Bambang.
Karena itu, lanjut dia, Pemkot Metro berkomitmen mendukung pelaksanaan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
"Kami punya potensi pertanian yang sangat menjajikan. Luas areal persawahan di Kota Metro ini mencapai 2.588,89 hektare. Potensi ini yang harus kita manfaatkan dan kembangkan secara optimal untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan," terangnya. (**)
Laporan: Rio Bima
Editor: Nizar
Berikan Komentar