BACAGEH, Bandarlampung--Sejak 1 Januari hingga 14 Oktober 2025, tercatat 154 kasus kebakaran di Kota Bandarlampung. Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandarlampung, total kerugian materi akibat kejadian kebakaran tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp4,2 miliar.
Kepala Bidang Pemadaman pada Damkarmat Bandarlampung Irman Syahputra mengatakan, mayoritas kebakaran disebabkan korsleting listrik.
"Kasus kebakaran sepanjang tahun 2025 ini, menyebar di 20 kecamatan. Mayoritas disebabkan korsleting listrik dan kelalaian penggunaan api di lingkungan permukiman,” kata Irman, Rabu (15-10-2025).
Jumlah kasus terbanyak, lanjut dia, terjadi pada bulan Mei dan Juli. Masing-masing 20 kasus. “Kasus terendah itu ada pada bulan Februari dan September, masing-masing hanya 10 kasus,” ungkapnya.
Terkait, obyek yang terbakar didominasi bangunan penduduk dengan jumlah 68 kasus. Kemudian, kebakaran lahan 42 kasus, bangunan umum 24 kasus, dan kendaraan sembilan kasus.
Selain itu, Damkarmat juga menangani beberapa insiden kecil, seperti kebakaran tempat usaha dan fasilitas publik yang jumlahnya relatif sedikit.
Damkarmat Kota Bandarlampung terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Kami selalu mengingatkan warga untuk memastikan instalasi listrik aman, tidak membakar sampah sembarangan, dan segera melapor bila terjadi kebakaran agar dapat ditangani cepat,” terangnya. (**)
Laporan/Editor: Ardiansyah
Berikan Komentar