Cegah Konflik Sosial, Kesbangpol Lampura Gandeng Warga

Cegah Konflik Sosial, Kesbangpol Lampura Gandeng Warga
Rapat koordinasi dan dialog antara Kesbangpol, FKDM Lampura dan masyarakat, membahas upaya pencegahan potensi konflik sosial (Foto: ist)

BACAGEH, Tanjungraja--Potensi konflik sosial menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Lampura memperkuat deteksi dini dengan menggandeng masyarakat untuk memantau berbagai perkembangan yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dan dialog bersama masyarakat dalam kegiatan bertajuk Ngopi Bareng, di Desa Sinarmulya, Kecamatan Tanjungraja, Selasa (29-9-2026).

Sejumlah persoalan dibahas, mulai dari potensi konflik yang berkaitan dengan isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), perkembangan organisasi dan aliran kepercayaan, hingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kesbangpol dan FKDM juga mendorong pertukaran informasi melalui perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa untuk mendeteksi lebih awal setiap perkembangan yang berpotensi memicu gangguan keamanan.

Kepala Kesbangpol Lampura Iwan Purnama mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pertemuan perdana antara Kesbangpol, FKDM dan masyarakat untuk membangun komunikasi langsung terkait kondisi sosial di daerah.

"Ini perdana kita lakukan. Kita berdiskusi dengan masyarakat bersama Ketua FKDM, menyikapi berbagai hal yang berkembang di daerah," kata Iwan.

Menurut dia, perkembangan media sosial menjadi salah satu hal yang perlu dicermati. Informasi maupun paham tertentu yang berkembang di ruang digital, kata dia, dapat memengaruhi kondisi sosial masyarakat sehingga perlu disikapi secara bijak.

"Keberadaan media sosial juga harus kita cermati, termasuk paham-paham yang tumbuh dan berkembang yang bisa memengaruhi daerah kita, khususnya di Lampung Utara," ujarnya.

Iwan berharap, masyarakat turut berperan dalam mencermati informasi yang beredar, terutama melalui media sosial. Menurutnya, kewaspadaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat.

Ketua FKDM Lampura Nasril Subandi mengatakan, FKDM menjadi wadah bagi masyarakat untuk berdiskusi sekaligus menyampaikan informasi terkait potensi gangguan dan konflik sosial di lingkungan masing-masing.

"FKDM merupakan wadah diskusi dan deteksi untuk turut menjaga serta memelihara kewaspadaan dini di masyarakat," kata Nasril.

Dia berharap, komunikasi antara pemerintah, FKDM dan masyarakat semakin kuat sehingga potensi konflik dapat dicegah sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

"Mudah-mudahan dengan kegiatan ini kita dapat lebih bersinergi dalam melakukan pencegahan dini berbagai konflik sosial sehingga bermanfaat untuk kita dan keluarga," harapnya.

Selain persoalan konflik sosial dan media sosial, pertemuan tersebut juga membahas sejumlah aktivitas masyarakat yang membutuhkan perhatian dalam menjaga kondusivitas daerah, termasuk kegiatan hiburan dan organ tunggal. (ysn)

Editor: Nizar

Berikan Komentar