BACAGEH, Jakarta--Teh Pagaralam unjuk mutu di level nasional. PTPN I (Persero) Regional 7 memborong lima penghargaan pada ajang kompetisi teh nasional.
Event bertajuk 4th National Tea Competition Indonesia itu digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (18-9-2026).
Kompetisi yang digelar Asosiasi Teh Indonesia (ATI) itu diikuti 32 perusahaan dengan 74 sampel teh dari berbagai daerah.
Seluruh penghargaan yang diraih PTPN I Regional 7 berasal dari kategori Teh Hitam CTC. Rinciannya: Juara 1 CTC PD, Juara 2 CTC PF 1, Juara 2 CTC D 1, Juara 2 CTC Fanning, serta Juara 3 CTC BP 1.
Capaian tersebut menegaskan konsistensi PTPN I Regional 7 menjaga mutu teh Pagaralam. Kualitas dibangun dari hulu hingga hilir, mulai budidaya, pemetikan, pengolahan hingga pengendalian mutu.
Region Head PTPN I Regional 7 Iyan Heryanto mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja seluruh tim dalam menjaga standar kualitas.
“Penghargaan ini bukan tujuan akhir. Ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan mutu dan konsistensi produk,” kata Iyan.
Menurut dia, standar mutu tidak boleh hanya dijaga saat produk akhir. Penguatan kualitas harus dilakukan di setiap tahapan produksi.
“Yang kami jaga bukan hanya bagaimana memenangkan kompetisi, tetapi bagaimana standar kualitas menjadi bagian dari proses kerja sehari-hari,” terangnya.
Capaian tersebut membuka peluang perluasan pasar teh Pagaralam. Perusahaan akan memperkuat mutu, efisiensi pengolahan dan pengembangan produk.
Targetnya bukan sekadar pasar domestik. Teh Pagaralam didorong memiliki daya saing lebih kuat untuk menembus pasar internasional.
Ketua Asosiasi Teh Indonesia Dede Kusdiman mengatakan, peningkatan mutu menjadi kunci memperkuat posisi teh Indonesia di pasar global.
“Peningkatan mutu harus terus dilakukan agar produk teh Indonesia mampu bersaing dengan produk dari negara lain,” tegasnya.
Ajang 4th National Tea Competition Indonesia 2026 digelar untuk mencari produk teh bermutu, meningkatkan citra teh nasional dan memberi apresiasi kepada produsen berprestasi.
Kompetisi tersebut melibatkan juri berkompetensi dan bersertifikasi internasional, termasuk Prof. Lie Tjie Kiong dari Singapura.
Meski demikian, saat ini industri teh nasional masih menghadapi tekanan harga dan cuaca. Direktur PT Agriwangi Sentosa Rachman Priyono menyebut kondisi kering akibat fenomena El Nino turut memengaruhi produksi teh.
Bagi PTPN I Regional 7, lima penghargaan tersebut menjadi modal memperkuat tradisi mutu, sekaligus mendorong teh Pagaralam menjadi produk perkebunan bernilai tambah dan berdaya saing lebih luas. (**)
Berikan Komentar