Jalan Bypass Depan PKOR Direhab, BPJN Imbau Pengendara Bersabar dan Hati-Hati

Jalan Bypass Depan PKOR Direhab, BPJN Imbau Pengendara Bersabar dan Hati-Hati

BACAGEH, Bandarlampung--Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung mengimbau pengguna untuk berhati-hati saat melintas di Jalan Bypass Soekarno-Hatta, khususnya di depan kawasan PKOR Wayhalim.

Pengemudi kendaraan berat juga diminta tidak membawa muatan berlebih. Imbauan tersebut dinilai penting untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mempertahankan umur layanan jalan setelah rehabilitasi selesai.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 BPJN Lampung Adhi Buhari mengatakan, masyarakat kemungkinan akan terganggu dengan aktivitas pekerjaan konstruksi yang saat ini berlangsung di ruas tersebut.

"Kami mohon sabar. Karena mungkin pengguna jalan banyak yang terganggu dengan kondisi sekarang. Kami mohon kesabarannya," kata Adhi saat ditemui, Kamis (10-9-2026).

Dia juga meminta, pengendara tidak terburu-buru ketika melintasi kawasan pekerjaan. Kondisi jalan yang sedang dalam tahap rehabilitasi membutuhkan perhatian lebih dari pengguna jalan agar tidak terjadi kecelakaan.

Menurut Adhi, rehabilitasi dilakukan untuk memperbaiki kondisi jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan dan bahkan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan.

"Niat kami hanya untuk memperbaiki jalan yang sudah banyak kecelakaan sebelumnya," ujarnya.

Selain pengguna kendaraan umum, perhatian khusus diberikan kepada kendaraan berat yang setiap hari melintasi Jalan Bypass Soekarno-Hatta.

Adhi meminta pengemudi maupun pemilik kendaraan berat memastikan muatan yang dibawa sesuai ketentuan. Beban kendaraan yang terlalu tinggi dapat mempercepat kerusakan jalan dan mengurangi umur layanan konstruksi.

"Untuk pengguna kendaraan berat tolong dijaga muatannya, agar jalan juga awet," tegasnya.

Jalan Bypass Soekarno-Hatta di depan PKOR Wayhalim sendiri saat ini tengah menjalani rehabilitasi mayor sepanjang sekitar 1.100 meter.

Pekerjaan dengan nilai anggaran Rp19,7 miliar tersebut menggunakan teknologi aspal Buton dengan metode overlay dua lapis, yakni Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) dan Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC), dengan total ketebalan rencana sekitar 10 sentimeter.

Sebelum lapisan baru digelar, BPJN terlebih dahulu mengupas aspal lama yang mengalami kerusakan. Sejumlah titik juga membutuhkan patching karena ditemukan fondasi jalan yang telah melemah akibat masuknya air.

Dia menjelaskan, penggunaan aspal Buton dipilih karena secara perencanaan memiliki kemampuan menahan beban kendaraan yang tinggi. Material tersebut bahkan dinilai memiliki kekuatan yang setara dengan konstruksi beton apabila dikerjakan dengan metode yang tepat.

"Karena aspal Buton itu sebetulnya kuat. Dia memiliki spesifikasi setara beton kalau secara perencanaan jalan. Jadi dia mampu menahan beban tinggi," jelasnya.

Dia berharap, rehabilitasi tersebut dapat membuat kondisi jalan lebih kuat dan awet, terutama dalam menghadapi lalu lintas kendaraan berat.

Pekerjaan yang merupakan paket single year itu ditargetkan rampung pada November 2026. Tahap pengaspalan dijadwalkan mulai dilakukan pada pekan depan.

Selama pekerjaan berlangsung, BPJN meminta masyarakat tetap berhati-hati dan mengikuti pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi proyek.

Diharapkan dengan adanya perbaikan tersebut, pengguna jalan turut menjaga kondisi ruas yang telah direhabilitasi, salah satunya dengan tidak membawa muatan kendaraan melebihi batas yang diperbolehkan. (**)

Berikan Komentar