BACAGEH, Metro--Penantian panjang warga Wayterusan, Kecamatan Bandarmataram, Kabupaten Lampung Tengah, untuk menikmati listrik PLN mulai menemui kepastian.
Wilayah yang selama puluhan tahun gelap itu, kini masuk prioritas percepatan perluasan jaringan PLN.
Manager PLN UP3 Metro Anas Febrian, menegaskan komitmen penyambungan listrik ke Wayterusan, meski berada di kawasan register. Dia menyebut, koordinasi lintas pihak sudah berjalan dan akan dipertegas dalam rapat bersama Bupati Lampung Tengah pada Selasa mendatang.
“Kami optimistis percepatan bisa direalisasikan. Proses koordinasi sudah berjalan dan terus kami rapatkan,” ujar Anas, Rabu (14-1-2025).
Dia juga menegaskan, PLN tidak membenarkan pungutan liar, termasuk isu tarif Rp3,5 juta. Dia meminta masyarakat hanya bertransaksi melalui aplikasi PLN Mobile. “Semua biaya resmi ada di aplikasi. Jika ada oknum meminta biaya di luar ketentuan, segera laporkan. Sanksinya tegas, hingga pemberhentian,” katanya.
Kabid Balitbangda Lampung Tengah sekaligus Sekretaris Integrated Area Development (IAD) Mardiana, menyebut progres program telah mencapai 85 persen. Keberadaan IAD, kata dia, menjadi payung hukum bagi pemerintah untuk masuk dan meningkatkan kesejahteraan warga Wayterusan.
“Dengan SK IAD yang ditandatangani bupati pada 20 Oktober 2025 sebagai turunan kebijakan gubernur dan presiden, pemerintah kini punya dasar hukum kuat untuk menghadirkan listrik dan layanan dasar lainnya,” jelasnya.
Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama Wayterusan, Suratmin, menyebut sekitar 5.000 kepala keluarga di kawasan tersebut, masih hidup tanpa listrik PLN. Dia berharap, perluasan jaringan PLN ke Wayterusan segera terwujud. “Sejak masuk IAD, progresnya terasa cepat. Harapan kami sederhana, listrik segera menyala,” ujarnya.
PLN dan Pemkab Lampung Tengah menargetkan seluruh persyaratan administrasi segera rampung, agar pengerjaan fisik tak lagi terhambat dan Wayterusan segera keluar dari kegelapan. (**)
Laporan: Rio Bima
Editor: Nizar
Berikan Komentar