BACAGEH, Jakarta--Provinsi Lampung mulai memanaskan mesin untuk memuluskan langkah sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032, bersama Provinsi Banten.
Terkait hal tersebut, sejumlah pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Lampunh melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pemuda dan Olahraga, di Jakarta, Senin (15-12-2025).
Rombongan KONI Lampung diterima sejumlah pejabat Kemenpora, antara lain: Bambang Siswanto (bidang pembibitan atlet), Antoni (Asisten Deputi 3 Olahraga Elit), serta Bayu dari bidang Sarana dan Prasarana Olahraga.
Bukan sekedar menyodorkan proposal terkait pencalonan sebagai tuan rumah PON 2032, pengurus KONI Lampung juga 'jemput bola' dengan membuka pembahasan peluang dukungan fasilitas olahraga dari pemerintah pusat. Mulai dari sarana latihan hingga pembangunan kawasan olahraga terpadu.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Riagus Ria mengatakan, kunjungan ke Kemenpora itilu menjadi momentum penting, setelah komunikasi panjang yang selama ini terjalin secara informal.
“Pertama, kami sampaikan pencalonan Lampung–Banten sebagai tuan rumah PON 2032. Kedua, kami ingin memastikan Lampung masuk dalam radar program strategis Kemenpora,” kata Riagus.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya menyentuh agenda PON, tetapi juga menyasar penguatan fondasi olahraga Lampung, mulai dari pembibitan atlet, olahraga elit, hingga kebutuhan sarana dan prasarana.
Untuk jangka pendek, KONI Lampung mendorong realisasi bantuan yang lebih konkret, seperti peralatan olahraga, fasilitas latihan, serta peningkatan kualitas lapangan olahraga. Termasuk lapangan sepak bola.
“Bantuan yang sifatnya penunjang sangat terbuka. Ini yang ingin kami hidupkan kembali agar Lampung tidak tertinggal dalam pembinaan prestasi olahraga,” tegasnya.
Dalam pertemuan itu juga mengemuka wacana pembangunan kawasan olahraga terpadu seluas 500 hektare, yang merupakan instruksi langsung presiden kepada kemenpora.
KONI Lampung secara terbuka menawarkan wilayah Lampung sebagai salah satu lokasi potensial untuk pembangunan kawasan olahraga terpadu tersebut.
“Kalau di Pulau Jawa terkendala lahan, kami (Lampung) siap. Termasuk kawasan kota baru. Yang penting lahan tersedia, selanjutnya bisa dilakukan survei kelayakan,” ungkap Riagus.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang strategis bagi Lampung untuk mengamankan dukungan pemerintah pusat, dalam perebutan status tuan rumah PON 2032, maupun percepatan pembangunan infrastruktur olahraga. (**)
Laporan: Humas KONI Lampung
Editor: Nizar
Berikan Komentar