BACAGEH,Bandarlampug--Universitas Islam Negeri Raden Intan (UIN-RIL) Lampung bersama Tomsk State University (TSU) Rusia bekerjasama dalam proyek riset teknologi pengecatan berbasis biocidal dengan menggunakan nanomaterial. Uji coba hasil proyek riset tersebut diimplementasikan pada Gedung Rumah Sakit Umum Daerah Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandarlampung dan Klinik Pratama Kmapus UIN Raden Intan.
Proyek riset teknologi pengecatan mengembangkan material polimer antimikroba yang dimodifikasi dengan nanopartikel dua komponen beraktivitas fotokimia tinggi, lalu menguji efektivitasnya di iklim tropis.
Rektor UIN Raden Intan Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., mengatakan implementasi proyek riset tersebut merupakan tindak lanjut penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang telah dilakukan kedua belah pihak.
“Penerapan teknologi cat biocidal ini menunjukkan bahwa riset yang dikembangkan UIN RIL bersama TSU tidak hanya berhenti pada laboratorium, tetapi diwujudkan dalam bentuk aplikasi nyata yang bermanfaat bagi layanan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Teknologi cat biocidal ini dikembangkan menggunakan formulasi nanomaterial yang memiliki keunggulan dalam ketahanan terhadap korosi, abrasi, jamur, serta memungkinkan fungsi tambahan seperti self-cleaning pada permukaan dinding. Penggunaan cat antibakteri dengan konsentrasi zat aktif tertentu juga dirancang untuk memenuhi standar fasilitas kesehatan yang aman dari paparan VOC serta tahan terhadap disinfeksi.
Direktur RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung, dr. Teti Herawati, MH, menyambut baik kegiatan inovasi tersebut sebagai upaya peningkatan sanitasi fasilitas layanan kesehatan.
“Teknologi ini memberi solusi inovatif dalam menjaga higienitas dan kualitas lingkungan rumah sakit, serta mendukung upaya pencegahan mikroorganisme patogen yang berpotensi mengganggu kesehatan pasien,” kata Teti Herawati.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah peneliti dan akademisi dari TSU, antara lain: Prof. Artyom Rykun (Vice-Rector for International Affairs), Alexandra Naletova (Deputy of the Head International Division), peneliti Chzhou Valeriia dan Rakina Militsa, serta didampingi Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN RIL Prof. Andi Thahir, M.A., Ed.D.
Prof. Artyom Rykun menyatakan,implementasi teknologi tersebyu menjadi bagian penting dari kolaborasi riset antar institusi.
“Penerapan teknologi biocidal ini merupakan langkah awal menuju pengembangan inovasi kesehatan dan lingkungan yang lebih luas, serta kami berharap kerja sama ini terus memberikan kontribusi bagi fasilitas publik,” ungkapnya.
Proyek riset ituditargetkan rampung pada akhir 2026 dan diharapkan memberi kontribusi besar bagi pengembangan material antimikroba untuk berbagai zona iklim, sekaligus memperkuat kiprah UIN RIL Lampung di kancah riset global. (**)
Laporan: Rilis UIN RIL
Berikan Komentar