BACAGEH, Jakarta--PT Perkebunan Nusantara I terus memperkuat pemasaran kopi premium melalui peluncuran produk Kopi Banaran kemasan sachet. Mengandalkan 100 persen kopi robusta, produk tersebut dibanderol mulai Rp14 ribu per renteng untuk membidik konsumen lebih luas, terutama segmen menengah ke bawah.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi hilirisasi PTPN I untuk meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, sekaligus memperkuat bisnis ritel perusahaan.
Direktur Komersial PTPN I Arif Budiman mengatakan, pengembangan Kopi Banaran sachet merupakan upaya mendekatkan produk olahan perkebunan kepada konsumen melalui kombinasi kualitas, kepraktisan, dan harga kompetitif.
"Strategi pemasaran kami diarahkan untuk memperluas jangkauan konsumen, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas yang dikelola perusahaan," kata Arif di Jakarta, Kamis (5-11-2026).
Kopi Banaran sachet bukan produk baru. Pengembangannya telah dirintis sejak 2019 melalui produk Java Mocha Coffee kemasan 25 gram yang dipasarkan di sejumlah kedai kopi internal perusahaan.
Kini, produk tersebut dikembangkan dalam tiga varian: Original, 2 in 1 (kopi dan gula), serta 3 in 1 (kopi, gula, dan krimer).
Marketing Leader Unit Produk Hilir PTPN I Regional 3 Banaran, Jamaludin mengatakan pengembangan kemasan sachet didorong kebutuhan pasar terhadap kopi berkualitas dengan harga lebih terjangkau.
"Permintaan konsumen, terutama segmen menengah ke bawah, menjadi salah satu alasan pengembangan produk ini. Kami ingin menghadirkan kopi yang ekonomis dan praktis tanpa mengesampingkan kualitas bahan baku," terangnya.
Dari sisi harga, varian Original dibanderol Rp14.000 per renteng isi 10 sachet. Varian 2 in 1 dijual Rp15.000, sedangkan 3 in 1 Rp18.000 per renteng.
Varian Original mengandalkan kopi robusta tanpa tambahan gula dan krimer. Sementara dua varian lainnya menawarkan racikan praktis sesuai selera konsumen.
PTPN I mulai memasarkan ketiga varian Kopi Banaran sachet di Semarang dan sekitarnya. Perluasan pasar dilakukan melalui penjualan langsung menggunakan sales motoris, jaringan general trade (GT), modern trade (MT), serta marketplace.
Perusahaan juga menyiapkan program potongan harga dengan minimum pembelian tertentu untuk menarik minat konsumen dan memperkuat penetrasi pasar.
Menurut Jamaludin, kombinasi distribusi konvensional dan digital diharapkan memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk.
Promosi juga akan dilakukan melalui ajang Banaran Trail Run 2026 di kawasan Kampoeng Kopi Banaran, Semarang, Minggu (8-11-2026). PTPN I menyiapkan permainan interaktif yang melibatkan peserta melalui akun Instagram resmi perusahaan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu strategi memperkuat pengenalan merek, sekaligus mendekatkan produk kepada konsumen lintas daerah.
Untuk menopang pengembangan produk, PTPN I juga menjalin kerja sama dengan PT SDIMU di Jawa Tengah guna mendukung kebutuhan produksi dan pemasaran.
Jamaludin mengatakan, target penjualan Kopi Banaran sachet mengacu pada Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP). Perusahaan optimistis peluang pasar masih terbuka, terutama pada segmen konsumen yang sensitif terhadap harga.
"Melalui penguatan merek, perluasan distribusi, dan pengembangan produk, kami berharap Kopi Banaran semakin dikenal dan memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan," harapnya.
Pengembangan Kopi Banaran sachet menegaskan arah bisnis PTPN I yang tidak lagi bertumpu pada penjualan komoditas mentah. Perusahaan mulai mendorong produk olahan bernilai tambah untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat kontribusi bisnis hilir terhadap pendapatan. (**)
Berikan Komentar