BACAGEH, Pringsewu--Seratusan warga Pekon/Desa Bandung baru Barat, Kecamatan Adiluwih, mendesak pembatalan penetapan calon kepala pekon (cakakon) dan penundaan Pilkakon Serentak 2026. Mereka menilai proses penjaringan hingga penetapan calon bermasalah dan meminta pembentukan panitia baru yang netral serta profesional.
Desakan itu disampaikan Forum Masyarakat Peduli Demokrasi Pekon Bandungbaru Barat saat demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD Pringsewu, Rabu (21-10-2026). Warga menilai proses penjaringan dan penetapan calon tidak sesuai prosedur sehingga berpotensi merugikan peserta.
Di kantor bupati, massa diterima Sekretaris Daerah Pringsewu Andi Purwanto bersama sejumlah pejabat pemkab. Mereka kemudian melanjutkan aksi ke Kantor DPRD dan ditemui tiga anggota dewan: Leswanda Putra, Dedi Sutarno, dan Arif Bintoro.
Warga menyampaikan lima tuntutan. Mereka meminta bupati turun tangan menyelesaikan persoalan, menunda Pilkakon hingga panitia baru terbentuk, serta merombak kepanitiaan yang dinilai bermasalah.
Massa juga menyoroti dugaan hubungan keluarga atau kekerabatan antara dua anggota panitia dan salah satu calon. Menurut mereka, kondisi itu berpotensi mengganggu netralitas dan objektivitas proses penjaringan.
Selain itu, warga mendesak pemeriksaan ulang dokumen keterangan sehat jasmani dan rohani seluruh bakal calon. Mereka juga meminta keputusan penetapan calon yang dinilai cacat hukum dibatalkan serta hak peserta yang merasa dirugikan dipulihkan.
Perwakilan massa selanjutnya mengikuti audiensi dengan pihak pemerintah daerah dan DPRD untuk menyampaikan keberatan secara langsung.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu berlangsung tertib dengan pengamanan 100 personel Polres Pringsewu bersama Satpol PP. Massa membubarkan diri sekitar pukul 12.35 WIB setelah menyampaikan aspirasi dan mengikuti audiensi.
Kasi Humas Polres Pringsewu AKP Sudirman mewakili Kapolres AKBP Dadi Perdana Putra, mengapresiasi massa yang menyampaikan pendapat secara tertib. Menurutnya, pengamanan dilakukan untuk menjamin penyampaian aspirasi berlangsung aman sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.Polisi, lanjutnya, mengedepankan pendekatan humanis dan profesional selama aksi berlangsung.
Menjelang Pilkakon Serentak 2026, keberatan warga Bandung Baru Barat menuntut tindak lanjut pemerintah daerah dan pihak terkait. Klarifikasi terbuka serta pemeriksaan sesuai ketentuan diperlukan untuk memastikan proses pemilihan berjalan transparan dan menjaga kepercayaan masyarakat. (pung)
Editor:Nizar
Berikan Komentar