Pemprov Lampung Dorong Dunia Usaha Buka Lebih Banyak Peluang Kerja

Pemprov Lampung Dorong Dunia Usaha Buka Lebih Banyak Peluang Kerja
Wagun Lampung Jihan Nurlela menghadiri Konsolidasi dan Penegasan Komitmen Pengurus DPP APINDO Lampung periode 2026–2031

BACAGEH, Bandarlampung--Pemprov Lampung mendorong dunia usaha memperluas penyerapan tenaga kerja, memperkuat UMKM, dan membuka akses pasar bagi produk lokal. 

Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat menghadiri Konsolidasi dan Penegasan Komitmen Pengurus DPP APINDO Lampung periode 2026–2031 di Navara City Park, Bandarlampung, Sabtu (17-10-2026).

Jihan menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung mencapai 5,29 persen pada triwulan II 2026. Angka itu menjadi yang tertinggi kedua di Sumatera. Namun, capaian makroekonomi harus diikuti manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

Karena itu, pemprov mendorong APINDO memperkuat kolaborasi dengan sekolah vokasi dan balai latihan kerja. Dunia usaha diminta terlibat dalam penyusunan materi pelatihan sesuai kebutuhan industri, sekaligus membuka kesempatan magang dan praktik kerja.

“Dunia industri yang paling mengetahui keterampilan apa yang dibutuhkan,” kata Jihan.

Pemprov Lampung juga mendorong APINDO membantu UMKM memanfaatkan peluang pasar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Pelaku usaha lokal perlu diperkuat, agar mampu memenuhi kebutuhan pasokan secara berkelanjutan.

Menurut Jihan, peluang pasar sudah terbuka. Namun, kesiapan pasokan daerah masih menjadi tantangan. APINDO diharapkan menjadi penghubung, agar UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi, menjaga keberlangsungan usaha, dan naik kelas.

Selain memperkuat ekonomi lokal, pemprov meminta dunia industri menerapkan prinsip ramah lingkungan. Pertumbuhan usaha harus berjalan seiring dengan pelestarian alam dan perluasan kesempatan bagi pengusaha perempuan.

Jihan berharap, konsolidasi pengurus baru APINDO menghasilkan program konkret, bukan sebatas komitmen. Pemprov Lampung, kata dia, siap bersinergi dengan dunia usaha untuk memperkuat iklim investasi, mengatasi persoalan industri, dan memperluas manfaat pembangunan.

“Bukan hanya angka-angka makro yang harus kita capai bersama, tetapi bagaimana hasil pembangunan itu secara konkret dirasakan masyarakat dan UMKM,” tegasnya. (**)

Berikan Komentar