BACAGEH, Bandarlampung--Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU mendorong Pertamina Patra Niaga menambah pasokan Solar di Lampung.
Mulai September 2026, penyaluran Solar ditingkatkan dari rata-rata 2.500.000 liter atau 2.500 kiloliter (KL) perhari menjadi 2.700.000 hingga 2.800.000 liter.
Langkah tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengantisipasi peningkatan permintaan BBM bersubsidi. Di tengah penambahan pasokan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bersama Polda dan Pertamina juga turun langsung memantau distribusi Solar di sejumlah SPBU Kota Bandarlampung, Rabu (16/9/2026).
Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Lampung 3 Fuel, Muhammad Alwan Azhari mengatakan, penambahan pasokan telah diberlakukan sejak September.
Dia menyebutkan stok di depot tersedia dan pengiriman melalui kapal terus dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi.
“Per September ini, pasokan BBM yang sebelumnya pada bulan Mei sampai Agustus rata-rata 2.500 KL per hari untuk Solar, sudah kita tambah menjadi 2.700 sampai 2.800 KL per hari,” kata Alwan.
Dia berharap, penambahan pasokan tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Lampung. Pertamina terus berupaya menjaga ketersediaan stok agar distribusi BBM tetap berjalan.
“Harapannya dengan stok yang sudah kita tambah, kebutuhan masyarakat ini dapat terpenuhi. Untuk stok dari depot kita tersedia, kemudian kapal juga terus berdatangan. Kami usahakan agar stok ini tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Lampung,” jelasnya.
Selain menambah pasokan, Pertamina juga berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk mengatur antrean kendaraan. Salah satu langkah yang diterapkan yakni penyediaan petugas marshal dari unsur keamanan atau petugas khusus yang mengenakan rompi penanda.
Alwan menjelaskan, petugas tersebut bertugas mengarahkan kendaraan dan menjaga ketertiban antrean agar tidak menimbulkan kesemrawutan di area SPBU.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak SPBU untuk menyediakan petugas marshal. Biasanya dari security ataupun petugas khusus yang memakai rompi marshal. Petugas ini memang kita tugaskan untuk mengatur antrean agar antrean di lapangan tetap teratur dan mengurangi kesemrawutan di SPBU,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung Budhi Darmawan, mengatakan monitoring dilakukan menyusul antrean panjang kendaraan, terutama pengguna Solar, di sejumlah SPBU.
“Kami pada hari ini bersama-sama dengan Pertamina Patra Niaga, yaitu Dinas ESDM Provinsi, kemudian dari Ditreskrimsus Polda Lampung melakukan kunjungan monitoring, karena adanya antrean BBM, terutama Solar, atau BBM subsidi di Provinsi Lampung,” kata Budhi.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas mengecek kesesuaian barcode dengan data kendaraan, foto kendaraan, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta kondisi fisik kendaraan. Jumlah BBM yang diisikan juga diperiksa untuk memastikan sesuai dengan kuota yang diperbolehkan.
“Kami melakukan cek terhadap kesesuaian barcode, kemudian juga cek dengan fotonya, STNK-nya, fisik kendaraannya juga kita lihat, termasuk juga tadi dia mengisinya berapa, sesuai enggak dengan kuota,” jelasnya.
Dari pemantauan sementara pada Rabu pagi, Budhi menyebutkan belum ditemukan ketidaksesuaian dalam penyaluran BBM bersubsidi di SPBU yang diperiksa.
“Jadi, dalam pengamatan kita pada pagi hari ini, situasinya sebetulnya masih sesuai. Kita belum menemukan adanya yang tidak sesuai,” sebutnya.
Meski demikian, pengawasan akan terus dilakukan untuk mencegah penyimpangan, termasuk penimbunan maupun penggunaan BBM bersubsidi yang tidak sesuai peruntukan. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, aparat kepolisian akan melakukan penindakan.
“Karena kalau ada penyimpangan, penimbunan, kemudian juga adanya indikasi penggunaan tidak sesuai dengan peruntukannya, tentunya dari Polda nanti yang akan melakukan penindakan,” tegasnya. (**)
Berikan Komentar