Ekonomi Lampung Melaju 5,58 Persen, Tertinggi Dalam Lima Tahun

Ekonomi Lampung Melaju 5,58 Persen, Tertinggi Dalam Lima Tahun
Kepala BPS Lampung Ahmad Riswan Nasution. Foto: Ist.

BACAGEH, Bandarlampung--Kuatnya sektor pertanian dan meningkatnya mobilitas masyarakat menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Lampung pada Triwulan I tahun 2026 yang mencapai 5,58 persen secara tahunan (year-on-year). Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Kepala BPS Lampung Ahmad Riswan Nasution mengatakan, pertumbuhan ekonomi daerah didorong meningkatnya aktivitas produksi, konsumsi masyarakat, hingga pergerakan sektor jasa dan transportasi. “Pertumbuhan ekonomi Lampung secara tahunan mencapai 5,58 persen,” kata Riswan saat rilis di Kantor BPS Lampung, Selasa (5-5-2026).

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi mesin utama pertumbuhan dengan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), yakni 23,14 persen.

Peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura menjadi faktor dominan yang mengangkat kinerja ekonomi daerah. Selain pertanian, tingginya mobilitas masyarakat juga ikut memacu pertumbuhan. Jumlah kunjungan wisatawan nusantara melonjak 25,55 persen, diikuti kenaikan penumpang transportasi darat, laut, dan udara.

Sektor akomodasi dan makan minum bahkan mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 12,43 persen seiring meningkatnya aktivitas perjalanan dan konsumsi masyarakat.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh 13,84 persen, sementara konsumsi rumah tangga tetap menjadi penopang terbesar ekonomi Lampung dengan kontribusi sekitar 64 persen.

Investasi yang tercermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga tumbuh 5,19 persen secara tahunan. Secara regional, pertumbuhan ekonomi Lampung menjadi yang tertinggi kedua di Sumatera setelah Kepulauan Riau.

Meski demikian, secara triwulanan ekonomi Lampung masih mengalami kontraksi 1,08 persen akibat faktor musiman dan melambatnya aktivitas konstruksi serta industri pengolahan. Namun sejumlah sektor strategis seperti pertanian, perdagangan, dan informasi komunikasi tetap tumbuh dan menjaga ekonomi Lampung tetap positif. (**)

Laporan/Editor: Redaksi

Berikan Komentar